[2017] Insentif Pelatihan PPR Medik 2 di Aceh

Petugas Proteksi Radiasi (PPR) merupakan kepanjangan tangan BAPETEN di instansi yang memanfaatkan tenaga nuklir. Dari seluruh pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia, pemanfaatan tenaga nuklir di bidang medis merupakan yang paling dominan. Untuk mengawasi hal tersebut, maka PPR yang memadai sangat diperlukan. Saat ini jumlah PPR yang tersedia di daerah tertinggal dan wilayah Indonesia timur belum memadai. Untuk mengatasi hal tersebut, BAPETEN menyelenggarakan pelatihan untuk memperbanyak jumlah PPR di wilayah tersebut.

Balai Diklat BAPETEN berkerjasama dengan BP – Training Center Universitas Diponegoro untuk menyelenggarakan pelatihan Insentif PPR Medik 2 untuk indonesia timur dan kawasan tertinggal yang akan diselenggarakan di 3 (tiga) ┬átempat yaitu di kota Banda Aceh, Manado dan Ternate. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyiapkan sumber daya manusia sebagai Petugas Proteksi Radiasi (PPR) pada instansi kesehatan yang memahami prosedur keselamatan pemanfaatan sumber radiasi pengion.

Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan dengan melakukan seleksi formulir pendaftaran peserta dengan melampirkan ijasah dan transkrip. Pertimbangan pemilihan peserta pelatihan dengan kriteria sebagai berikut yaitu IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) pendidikan terakhir, lama bekerja dan pemerataan wilayah tiap daerah.

Pelatihan pertama di selenggarakan di Sulthan Hotel Banda Aceh pada tanggal 3 – 7 Oktober 2017 dan diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari provinsi Aceh. Kegiatan ini terdiri dari 4 hari Pelatihan Petugas Proteksi Radiasi dan hari terakhir dilanjutkan dengan ujian untuk mendapatkan Surat Ijin Bekerja PPR Medik 2. Materi yang disampaikan saat pelatihan antara lain peraturan perundang, undangan ketenaganukliran pengantar budaya keselamatan, sistem manajemen dan organisasi, dasar proteksi radiasi, dosimetri radiasi, alat ukur radiasi, proteksi radiasi terhadap paparan kerja dan lain lain.